Jumat, 06 Januari 2012

KOTA,Kepindahan kantor Pemkab Sumedang dari Kompleks Srimanganti milik Yayasan Pangeran Sumedang (YPS) di Jln. Prabu Geusan Ulun, Sumedang Selatan, ke kantor baru di Gedung Induk Pusat Pemerintahan (IPP) di daerah Karapyak, Sumedang Utara, ternyata meninggalkan kesan yang kurang baik bagi Pemkab Sumedang.
Pasalnya, pada saat pindah, termasuk sebelum dan sesudah pindah, tidak ada satu pun pejabat Pemkab Sumedang yang “sasadu” atau berpamitan sekaligus mengucapkan terima kasih kepada pihak pengurus YPS selaku pemilik lahan kantor pemkab lama. Padahal selama 245 tahun Pemkab Sumedang mendiami kantor milik YPS secara gratis alias tak pernah dipungut biaya sewa lahan oleh YPS.
“Kami tidak diberitahu tentang rencana kepindahan kantor Pemkab, karena sebelum dan sesudahnya pun tidak ada birokrat yang sasadu terhadap kami selaku pemilik lahan pemda lama. Jadi kami pun tidak tahu kantor ini mau dijadikan apa, karena tidak ada seorang pun (pejabat Pemkab) yang pamitan atau meminta izin pergantian kantor,” ujar salah seorang pengurus YPS yang juga Kepala Museum Srimanganti, Aom Achmad (72), di ruang kerjanya, Rabu (4/1).
“Secara ketimuran tidak ada pejabat yang koloteun datang atau sasadu, paribasana hade ku omong goreng ku omong, berpamitan atau memberitahukan, siapa yang mendiami kantor itu sekarang, karena sebelum dan sesudah pindah pun kami tidak dikabari,” ujar Aom yang menyayangkan hal ini karena kepindahan kantor pemkab ini terkesan tidak ada perencanaan yang matang.
Menanggapi hal itu Kabag Umum Setda Sumedang, Ari Kusnadi mengakui pihaknya belum menemui pihak YPS secara khusus untuk pamitan. Tapi menurutnya hal itu bukan kewenangannya.
“Memang teu acan nepangan ka urang yayasan, ke bade didugikan ka pimpinan, da eta mah (nu nepangan pengurus YPS) kedahna pimpinan nu di luhur, janten kedah koordinasi heula,” ujarnya.
Sementara itu Sekda Atje Arifin, saat dimintai tanggapannya tentang hal itu, Kamis (5/1) juga mengakui bahwa pihaknya belum sempat “ngadeuheus” ke pihak YPS, mengingat kantor dan rumah dinas bupati masih di tempat yang lama (Kompleks Srimananganti).
“Kami memang belum pamitan, karena belum semua kantor pindah ke IPP,” katanya sambil menyebutkan, pihaknya pasti akan menemui pihak YPS untuk pamitan, bahkan pihaknya pun akan mengundang pihak YPS pada acara syukuran kepindahan kantor di Gedung IIP, Jumat malam (6/1).

0 komentar:

Poskan Komentar