Jumat, 06 Januari 2012

SUMEDANG,Pengelola Pusat Perbelanjaan Serba Ada (Pupeserba) Jatinangor Resik di Kp./Desa Cibeusi Kecamatan Jatinangor Joko Loyor (40) meyakini akan menambah Penghasilan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sumedang dari sektor pasar semi moderen.
"Selama ini, masyarakat Jatinangor dan sebagian masyarakat Cimanggung berbelanja di Pasar Cileunyi, Dangdeur atau Cicalengka. Otomatis PAD nya disumbangkan ke Kabupaten Bandung. Dengan adanya pasar semimoderen di Jatinangor, PAD akan disumbangkan dan menjadi pemasukkan Kabupaten Sumedang," ujar pengelola Pupeserba Jatinangor Resik, Joko Loyor (40) saat mempresentasikan masterplan Pupeserba Jatinangor Resik kepada sejumlah wartawan di lokasi pasar, Jumat (6/1).
Selain itu, kata dia, banyak manfaat dengan hadirnya Pupeserba di Jatinangor, salah satunya, sekitar 80 pemuda di Jatinangor diberdayakan untuk mengelola pasar ini di samping mempemudah warga Jatinangor untuk belanja keperluan sehari-hari. "Saat ini, sudah sekitar 80 orang pemuda diberdayakan disini. Salah satunya untuk teknis pembukuan koperasi," kata dia.
Selain itu, ia menambahkan, pembangunan Pupeserba ini semua murni kerjasama komunitas tanpa melibatkan pihak pengembang. Maka dari itu, lanjut dia, pedagang yang berjualan disini jauh-hari sudah berkomitmen menolak kehadiran PKL karena khawatir membuat kumuh dan tidak teratur. Adapun mengenai pengelolaan sampah, ia mengaku sudah menjalin MOU dengan Komunitas Peduli Sampah Jatinangor (KPSJ).
"Untuk pengelolaan sampah, kami sudah menandatangani MoU dengan KPSJ. Mereka nanti yang mengelol sampah di Pupeserba ini," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris KPSJ Ceceng Syarif mengatakan bahwa untuk mengelola sampah dari Pupeserba ini, pihaknya telah menyiapkan petugas kebersihan saat pagi hingga sore hari.
"Nantinya petugas kami standbye dari pagi hingga sore. Saat sore hari, aktifitas pedagang menurun. Dan saat itu, kami akan membawa sampah. Kami pastikan, setiap hari sampah akan terangkut dan tidak akan dibiarkan menumpuk hingga mencoreng pintu masuk Kabupaten Sumedang," paparnya.
Terkait PAD ini, Koordinator Ekbang Pupeserba Deden Yaya mengatakan, saat temu bisnis investasi yang dilakukan Pemkab Sumedang bersama sejumlah investor beberapa waktu lalu, Wabup Sumedang Taufik Gamawansyah menekankan bahwa investor kecil pun yang akan berinvestasi di Sumedang harus dilindungi.
"Bagaimanapun juga, kami ini investor kecil yang juga harus dilindungi, terlebih lagi, kami bisa menyumbang PAD bagi Kabupaten Sumedang. Adapun terkait izin, semua izin yang diperlukan saat ini sedang dalam proses. Dalam waktu dekat, izinnya segera keluar dan pasar semi moderen ini segera beroperasi," paparnya.

0 komentar:

Poskan Komentar