Rabu, 28 Desember 2011

Tumpukan Sampah Kembali Hiasi Jatinangor

JATINANGOR,Tumpukan sampah di wilayah Jatinangor, Kab. Sumedang, kembali menghiasi beberapa sudut kawasan pendidikan tersebut. Di antaranya di gapura perbatasan Kab. Sumedang-Kab. Bandung dan lahan milik kampus ITB.

Pemantauan "GM", Selasa (27/12), sebelumnya sampah di dua titik itu sempat dibersihkan Komunitas Pengelola Sampah Jatinangor (KPSJ). Namun kini sampah tersebut kembali menumpuk. "Jatinangor kini benar-benar telah dihiasi sampah," kata Nugraha (25), salah seorang warga Jatinangor kepada "GM".

Menurut Nugraha, tumpukan sampah tersebut terlihat setelah pagi. Kemungkinan orang yang membuang sampah tersebut dari luar Jatinangor. "Memang kawasan Jatinangor banyak sampah. Sebelumnya tumpukan sampah itu bisa ditangani pihak KPSJ, namun entah kenapa kini Jatinangor kembali jadi lautan sampah," kata Nugraha.

Ia mengungkapkan, pihaknya sangat menyayangkan tidak ada kepedulian dari unsur terkait terutama dari kantor Kec. Jatinangor. "Kita tidak mengerti, meski di Jatinangor ada KPSJ, namun aparat kecamatan tidak pernah turun tangan untuk menangani tumpukan sampah tersebut," kata Nugraha yang juga mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Jatinangor ini.

Nugraha berharap aparat kecamatan memberi contoh kepada warga. Apalagi, lanjutnya, Jatinangor telah memiliki KPSJ. "Sangat disayangkan keberadaan KPSJ yang peduli sampah seakan tidak mendapat dukungan dari pemerintah setempat," katanya.

Sementara itu, pengurus KPSJ melalui sekretarisnya, Enceng Syarif menyatakan, keberadaan sampah yang berada di beberapa sudut Jatinangor di luar kendalinya. Namun, menjadi kewajiban KPSJ bila melihat sampah segera diangkut. "Sampah yang ada di pinggir jalan di luar kendali kita, mengingat banyak dibuang secara tiba-tiba, dan tidak diketahui siapa yang membuangnya," kata Enceng.

Menurutnya, pihaknya juga kini menghadapi kendala cukup besar yakni tidak bisa digunakannya tempat pembuang sampah (TPS) IPDN untuk membuang sampah karena ada perbaikan jalan masuk ke lokasi. "Saya akui, saat ini pembuangan sampah agak terganggu akibat TPS yang biasa digunakan untuk sementara ditutup," ujar Ceceng.

Menurutnya, keberadaan KPSJ bukan untuk membebaskan Jatinangor dari sampah, melainkan membantu pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran. "Kehadiran KPSJ salah satunya mengurangi pengangguran yang kini menjadi masalah terbesar yang dihadapi Jatinangor," katanya.

0 komentar:

Poskan Komentar