Kamis, 29 Desember 2011

Ratusan Warga Ikut Simulasi Tanggap Bencana

SUMEDANG,Ratusan anak-anak, remaja, dan orangtua, yang tergabung dalam Kelompok Masyarakat Siaga Bencana (KMSB) Desa Cigendel, Kec. Pamulihan, Kab. Sumedang, mengikuti kegiatan simulasi penanganan tanggap darurat bencana. Simulasi diselenggarakan Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung, bekerja sama dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia di lapangan desa setempat, Rabu (28/12).

Hadir dalam kegiatan tersebut, perwakilan dari Kementerian Sosial, Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja (Dinsosnaker), Kab. Sumedang, Dra. Hj. Omay Heryani, M.M., Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kab. Sumedang, Ir. H. Soenaryo Soehanda, M.Si., Camat Pamulihan, Bambang Riyanto S.S.T.P., M.Si., dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Wakil Ketua Tim Pelaksana Program Peningkatan Kesiapan Masyarakat dalam Menghadapi Bencana, Dr. Epi Supiadi, M.Si. didampingi Ketua Tim Penyelenggara, Nurjanah, yang ditemui di sela-sela kegiatan mengatakan, sebelum simulasi penanganan tanggap darurat dilaksanakan, ada beberapa proses yang harus dilalui. Pertama penentuan lokasi. Lokasi yang jadi prioritas dan sekaligus dijadikan sebagai pilot project adalah daerah kategori rawan bencana. Tahapan kedua assessment dan rekrutmen fasilitator sebanyak 30 orang.

Tahapan berikutnya, fasilitator yang sudah direkrut menjalani training of trainer untuk bisa memotivasi dan memobilisasi masyarakat, saat terjadi bencana. Hingga akhirnya dari rangkaian tahapan itu, terbentuklah Kelompok Masyarakat Siaga Bencana (KMSB).

"Jadi simulasi penanganan tanggap darurat ini, merupakan bagian dari tahapan pengembangan sumber daya manusia (SDM), khususnya bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana," paparnya.

Adapun pertimbangan yang melatarbelakangi dipilihnya Desa Cigendel sebagai lokasi kegiatan, desa tersebut masuk dalam kategori rawan longsor dan dekat dari kampus STKS. Di samping respons positif masyarakat dan unsur pemerintahan yang ada.

"Itu yang menjadi pertimbangan kegiatan ini dilaksanakan di sini. Dan mengapa program ini dilaksanakan oleh STKS, semangatnya adalah kami dari perguruan tinggi, ingin membuat suatu model untuk penanggulangan. Di samping itu, STKS juga memiliki Pusat Kajian dan Pusat Layanan Bencana dan Pengungsi," terangnya.

0 komentar:

Poskan Komentar