Minggu, 04 Desember 2011

Para kader penggerak pos pelayanan terpadu (Posyandu) mendesak Pemkab Bandung untuk mengalokasikan anggaran bagi kader-kader Posyandu. Apalagi tugas kader amat berat mulai dari pemantauan gizi balita, imunisasi, kebersihan lingkungan, sampai mengantar warga miskin berobat ke rumah sakit.
"Kami minta agar pemerintah dan DPRD memperhatikan insentif atau honorarium bagi kader-kader Posyandu," kata Iis Mardiani, kader Posyandu Kp. Pamoyanan RT 02 RW 06 Desa/Kec. Katapang, saat dialog reses dengan anggota DPRD Kab. Bandung, H. Gun Gun Gunawan, Senin (5/12).
Kader juga meminta perhatian agar fasilitas Posyandu dilengkapi baik bangunan maupun alat-alatnya. "Tak semua warga mau jadi kader Posyandu karena sering rapat dan meninggalkan tugas keluarga," katanya.
Menanggapi hal itu. Gun Gun mengatakan, akan berupaya mengusulkan kepada Pemkab Bandung maupun Badan Anggaran (bangar) DPRD untuk membantu insentif kader Posyandu. "Meski insentif itu sebatas kemampuan APBD Kab. Bandung," katanya.

0 komentar:

Poskan Komentar