Minggu, 11 Desember 2011

Pasar Semi Modern Bakal Berdiri di Jatinangor

Jatinangor tidak akan lama lagi akan memiliki pasar semi moderen yang letaknya bersebelahan dengan Plaza Pajajaran. Pasar semi moderen itu sendiri rencananya akan diberi nama Pasar Jatinangor Resik (PJR) yang juga akan dijadikan pasar percontohan. Demikian disampaikan pengelola PJR, Joko Loyor saat ditemui di Jatinangor, Jumat (9/12).

"Pasar ini ada di lahan seluas 1800 meter persegi dan berada di Desa Cibeusi Kecamatan Jatinangor atau bersebelahan dengan Plaza Pajajaran.  Pasar ini juga  akan diisi oleh 156 pedagang. Daya tampungnya sendiri mencapai 200 pedagang. Sementara terkait Izin,  Pemkab Sumedang sudah mengizinkan dan administrasinya sekarang dalam proses. Maka dari itu, pengelola dan pedagang bertekad ingin menjadikan PJR ini sebagai pasar percontohan di Kabupaten Sumedang," ujarnya.

Ia juga memastikan, PJR ini tidak akan berujung menjadi pasar yang kumuh mengingat, posisi PJR ini berada di muka Kabupaten Sumedang. Bahkan, lanjut dia, setelah Pemkab Sumedang mencanangkan Sumedang Puseur Budaya Sunda,  setiap pedagang PJR akan berkostum pakaian adat sunda,

“Kami ingin pasar ini dijadikan percontohan, entah itu dari pengelolaan pasar mauþpun di bidaþng seni dan budaya. Makanya aktivitas kami tidak akan jauh dari berbagai hal seni dan budaya,”ujarnya.

Dikatakan Joko, alasan pihaknya mengusung tema budaya, karena terinspirasi dari  ditetapkannya Sumedang Sebagai Puser Budaya Sunda sehingga, untuk mendukung terhadap ketetapan tersebut, ia aplikasikan di Pasar Jatinangor Resik.

Dijelaskan Joko, seni dan budaya yang dimaksud pihaknya dalam beraktivitas pasar yaitu dengan mewajibkan para pedang baik pria maupun wanita memakai baju khas Sunda. Selain itu pihaknya juga dengan rutin akan menggelar kesenian khas Sumedang dalam setiap minggunya.

“Ini bukan semata soal pasar, tapi juga perpaduan pasar dan pelestarian budaya sunda," tegasnya.

0 komentar:

Poskan Komentar