Kamis, 22 Desember 2011

CIBUGEL,Kendati sudah beberapa kali mengajukan dan memohon bantuan untuk rehab desa, namun belum satu pun yang terealisasi. Hal itu membuat kondisi bangunan Kantor Desa Cipasang, tetap dalam keadaan “reyod”. Kondisi rusaknya bangunan kantor desa diperparah jika hujan turun.
“Dari mulai tembok yang sudah lapuk, atap kayu yang sudah pada bocor, semua sudah tak memadai, tak jarang kalau hujan, kantor bocor dan membuat tak nyaman pegawai,” ujar Kades Cipasang, Dedi Mega Erawan, Sabtu (17/12).
Menurut Dedi, kantornya terakhir diperbaiki tahun 1985, dan dalam kurun waktu itu, pihak desa hanya melakukan perbaikan-perbaikan kecil, karena kondisi dana yang minim.
“Kalau perbaikan yang kecil-kecil sih pihak desa mampu, namun sekarang mungkin harus direhab semua, bahkan mungkin harus diganti bangunan baru, karena tembok bangunan sudah lapuk dan tak akan kuat menahan,” jelasnya.
Kalau saja tak cepat diperbaiki, lanjut Dedi, kemungkinan bangunan tak akan kuat dalam tempo 2-3 tahun.
“Ya untuk memperbaiki bangunan ukuran 10x15 kan tak cukup dengan uang sedikit, tentunya perlu bantuan dari pemerintah, karena ini kan fasilitas pemerintah,” tegasnya.
Dengan kondisi bangunan seperti itu para pegawai desa merasa waswas dan tak nyaman dalam memberikan pelayanan.
“Sok sieun rugrug, da ari kabocoran mah tos biasa,” ujar salah seorang kepala dusun.
Pihak Desa Cipasang berharap pada pemerintah untuk memperhatikan dan merealisasikan pengajuan permohonan yang sudah diajukan sejak lama.
“Pastinya berharap cepat terwujud bantuan itu, kalau sampai ‘rugrug’ ya malu, namun hal ini cuma mengingatkan. Kalau kantor rusak kan pasti berpengaruh terhadap pelayanan masyarakat,” ungkap Dedi, diamini aparat desa lainnya.

0 komentar:

Poskan Komentar