Minggu, 20 November 2011

Ratusan Warga Rela Antre demi Sembako

Ratusan warga Desa Cikeruh, Kec. Jatinangor, Kab. Sumedang rela antre dari pukul 07.00 WIB hingga siang hari demi mendapatkan sembako yang dibagikan H. Dadang Pujiana, salah seorang pengusaha di Jatinangor, Selasa (7/9).

Warga dari berbagai kelompok usia tersebut memilih bertahan di tengah terik matahari dan harus berdiri berjam-jam untuk sebungkus sembako. Meski cukup melelahkan, kegiatan amal itu berjalan lancar tanpa ada insiden.

Menurut H. Dadang didampingi istrinya Hj. Tintin Suyati di sela-sela acara tersebut kepada wartawan, kegiatan berbagi dengan warga itu dilakukan dua kali dalam setahun. "Bagi-bagi sembako biasanya dua hari menjelang Lebaran," sebutnya.

Dadang menjelaskan, dalam setiap pembagian sembako itu disiapkan 500 bingkisan berisi beras, mi instan, telur, dan minyak goreng. "Paket sembako itu isinya untuk keperluan sehari-hari yang bisa dikomsumsi secara praktis," katanya.

Adapun sasaran penerima sembako ini, lanjut Dadang, diutamakan warga terdekat yang berada di lingkungan rumahnya. Bahkan yang lebih membahagiakan beras yang diberikan kepada warga itu merupakan hasil olahan sendiri. "Dari mulai menaman hingga menjadi beras saya kerjakan sendiri," katanya.

Diakuinya, pemberian sembako itu tidak ada muatan apa-apa atau muatan politis. Hal tersebut dilakukan semata-mata hanya untuk berbagi kebahagiaan dengan warga yang ada di lingkungan sekitar. "Dalam memberikan sembako ini, saya murni hanya memenuhi kewajiban sebagai umat muslim," ungkapnya.

Sementara itu, Camat Jatinangor Nandang Suparman merasa bangga dan senang atas apa yang diberikan pengusaha seperti H. Dadang yang peduli terhadap warganya. "Atas nama pemerintah saya merasa bangga dan mengucapkan terima kasih atas kepeduliannya dengan memberikan sembako kepada warga," ujarnya.

0 komentar:

Poskan Komentar