Minggu, 20 November 2011

Camat, "Lahan Pengganti Pasar Loji Akan Dicari"

JATINANGOR,(GM)-
Pihak Muspika Jatinangor, Kab. Sumedang, hingga kini terus mencari alternatif untuk memindahan para pedagang Pasar Loji yang biasa beraktivitas setiap Minggu di kawasan kampus ITB Jatinangor. Mengenai ultimatum dari pengelola ITB kepada para pedagang, pihak muspika mengaku tidak tahu-menahu.

"Benar, pihak Muspika Jatinangor akan terus berusaha mencari lahan alternatif bagi para pedagang di pasar kaget Loji tersebut. Lahan pengganti Pasar Loji akan dicari. Pasalnya, keberadaan pasar tesebut telah mengusik pengelola ITB Jatinagor. Hanya, terkait ultimatum dari pihak ITB terhadap para pedagang Pasar Loji, kami tak tahu-menahu," kata Camat Jatinangor, Nandang Suparman, saat dikonfirmasi "GM" di ruang kerjanya, Senin (24/10).

Menurut Nandang, jika benar-benar pihak ITB telah mengultimatum agar para pedagang Pasar Loji, Minggu (30/10), tidak lagi beraktivitas, pihaknya akan terus melakukan pendekatan dan musyawarah dengan sejumlah pihak.

Menyinggung adanya kabar akan digelar pertemuan dengan sejumlah pihak, termasuk dengan perwakilan para pedang Pasar Loji, Selasa (25/10) ini, Nandang menyatakan pihaknya mengaku belum mendapat informasi. "Kita belum mengetahui siapa yang mengundang dan di mana tempatnya. Begitu juga para pedagang yang katanya resah pasca-ultimatum pihak ITB, belum tahu," kata Nandang.

Untuk menyelamatkan para pedagang Pasar Loji agar bisa berjualan kembali, Nandang menyatakan, para pedagang Pasar Loji di kawasan kampus ITB (sebelumnya Unwim) tersebut memang saat pindah dari kampus Unpad 2 tahun lalu tidak ada izin. Namun, katanya, pihak Unwim waktu itu, tidak keberatan.

"Lahan alternatif untuk menampung pedagang Pasar Loji, kita telah mengusulkan sejumlah lahan kosong. Di antaranya lahan di perbatasan kampus Unpad dan kampus LAN, di lapangan Ciawi Desa Cikeruh, serta lahan parkir Bumi Perkemahan Kiarapayung.

"Semua usulan tersebut ternyata ditolak para pedagang, termasuk oleh para koordinator lapangan Pasar Loji," kata Nandang.

Diberitakan, 1.240 pedagang Pasar Loji di bawah 30 koordinator lapangan yang biasa berjualan di kawasan kampus ITB Jatiangor kini resah. Keresahan tersebut menyusul adanya pengumuman yang dikeluarkan pengelola kampus ITB Jatinangor agar para pedagang Pasar Loji menghentikan aktivitasnya di kawasan tersebut mulai Minggu (30/10).

Salah seorang pengelola Pasar Loji dari Paguyuban Warga Jatinangor (PWJ), Dede Nana mengatakan, pihaknya siap mengikuti aturan yang diterapkan pihak ITB Jatinangor.

"Hanya, munculnya ultimatum dari pengelola ITB Jatinangor, kami nilai tidak beretika. Buktinya, pengumuman tersebut tidak ada nama jelasnya,"kata Dede Nana.

Menurut Dede Nana, apa pun aturannya terkait keberadaan Pasar Loji terebut tdak ada pihak yang dirugikan. Baik itu pihak ITB atau pun para pedagang sendiri. "Untuk PWJ sendiri yang mengelola Pasar Loji siap mematuhinya dengan catatan, semua pihak duduk bersama untuk mencari solusi terbaik," kata Dede Nana.

Pengelola ITB Jatinangor hingga kini belum dapat memberikan penjelasan terkait ultimatum terhadap para pedagang Pasar Loji tersebut.

0 komentar:

Poskan Komentar