Senin, 21 November 2011

JATINANGOR,
Polsek Jatinangor tetap memproses kasus perusakan panggung seni budaya di Saung Budaya Sumedang (Sabusu) Jatinangor, Kab. Sumedang beberapa waktu lalu. Meski Iw (26), pelaku perusakan panggung tidak ditahan, proses hukumnya tetap berlanjut.

"Saat ini prosesnya terus berlanjut. Kami tidak akan menghentikan begitu saja kasus tersebut. Meski Iw yang diduga pelakunya tidak ditahan, namun tetap diberlakukan wajib lapor dan proses hukumnya berlanjut," kata Kapolsek Jatinangor, Kompol Nana Sumarna kepada wartawan di Mapolsek Jatinangor, Kab. Sumedang, Sabtu (19/11).

Pihaknya akan terus menangani kasus tersebut dan menggali fakta serta bukti baru untuk mendukung penyelidikan/penyidikan. "Jangan khawatir, kasus perusakan panggung di Sabusu tak akan dipetieskan," terang Nana.

Diberitakan, ratusan warga Jatinangor nyaris terpancing amarahnya menyusul aksi perusakan panggung yang akan menampilkan pergelaran seni Sunda di pelataran Subusu di Jalan Raya Jatinangorm Kab. Sumedang, Sabtu (12/11) malam lalu.

Awalnya, dengan alasan yang tidak jelas seseorang yang mengaku pengelola Sabusu merusak podium yang siap untuk pentas berbagai kesenian Sunda itu. Aksi anarkis tersebut tak lain karena kegiatan tersebut bersamaan dengan digelarnya launching kegiatan aktivis pemuda.

Insiden tersebut membuat warga Jatinangor dan para seniman merasa terusik. Mengingat insiden terjadi di tempat yang setiap dua pekan sekali digelar berbagai kesenian sunda dan menjadi tempat silaturahmi masyarakat. Beruntung, kejadian yang nyaris berbuntut bentrokan fisik itu dapat diantisipasi Polsek Jatinangor dengan melakukan pendekatan persuasif.

Sementara aktivitas kesenian Sunda yang dikoordinasi Forum Wartawan Sumedang Wilayah Barat (FW-SWB) dan para seniman serta sejumlah tokoh pemuda Jatinangor, pasca perusakan tetap berlangsung. Meski suasananya jadi kurang gereget.

Sementara itu, salah seorang tokoh pemuda Jatinangor, Deden Doni menyatakan, pihaknya sering mendapat pertanyaan dari para tokoh masyarakat Jatinangor terkait aksi perusakan tersebut.

"Saya minta kasus panggung Sabusu diusut tuntas. Bahkan sejumlah tokoh seni, tokoh masyarakat, dan sejumlah aktivis LSM di Jatinangor kini mempertanyakan, sejauh mana proses hukumnya," kata Ketua Karang Taruna Jatinangor ini.

0 komentar:

Poskan Komentar