Jumat, 16 Desember 2011

SANITASI BERSIH, RAKYAT SEHAT SEJAHTERA

Air merupakan kebutuhan pokok makhluk hidup terutama manusia. Tanpa air, manusia tidak akan dapat bertahan hidup.
Sayangnya,  air dan sanitasi yang layak masih belum dirasakan penting oleh masyarakat. Padahal Lingkungan mempengaruhi derajat kesehatan terbesar (45%) selain faktor perilaku (30%) pelayanan kesehatan (20%) dan keturunan (5%)
Maka sejak 2009, telah terbentuk Kelompok Kerja Air Minum Penyehatan Lingkungan (POKJA AMPL) yang diharapkan mampu menjadi wadah koordinasi, informasi dan integrasi berbagai program – program terkait air minum penyehatan lingkungan di Kabupaten Sumedang.
Dalam perjalanannya hingga 2010, POKJA AMPL Sumedang yang terbentuk difasilitasi oleh WASPOLA, secara perlahan berintegrasi dalam berbagai program kegiatan terkait AMPL di Kabupaten Sumedang (salah satunya berintegrasi dengan PNPM Mandiri Pedesaan – PNPM Integrasi / P2SPP/ SAUYUNAN) dan mulai menyadari akan pentingnya data awal terkait air minum penyehatan lingkungan sebagai langkah dalam perencanaan selanjutnya.
Renstra STBM, Perbup STBM no 30 Tahun 2010, Roadmap STBM, Renstra AMPL, Rencana Aksi Daerah AMPL, telah berhasil disusun oleh POKJA AMPL serta berbagai kegiatan terkait AMPL yang dilaksanakan antara lain :
  1. fasilitasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM 5 Pilar) secara konsisten dan berkesinambungan melalui berbagai program maupun secara swadaya, sehingga 104 desa dan 4 kecamatan telah mendeklarasikan sebagai desa STOP BAB sembarangan serta 1 Desa menjadi laboratorium Nasional 5 Pilar STBM yaitu Desa Sukawening Ganeas,
  2. program kali bersih dan rehab rumah tidak laik huni oleh LSM Sumedang Sehat Sejahtera,
  3. serta berbagai program terkait yang tidak dapat diuraikan satu persatu, telah mengantarkan Bupati Sumedang mendapat penghargaan AMPL AWARD pada Konferensi Sanitasi dan Air Minum Nasional, Oktober 2011.
Sejak Juli 2011, Tim PPSP (Program Percepatan Sanitasi Permukiman) – POKJA AMPL Sumedang telah  menyusun Buku Putih Sanitasi dan langkah selanjutnya adalah penyusunn buku Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK) sebagai salah satu dokumen penting dalam program sanitasi.
SSK merupakan dokumen perencanaan sanitasi jangka menengah (3 – 5 tahunan) yang komprehensif dan bersifat strategis.
Selama 3 hari, Tim PPSP dalam POKJA AMPL berkumpul dan menyusun bersama Strategi Sanitasi Kabupaten Sumedang antara lain merumuskan : Visi,misi dan tujuan program sanitasi Kabupaten Sumedang, Sasaran dan pentahapan pencapaian program sanitasi, Isu dan hambatan (analisis SWOT) terhadap program sanitasi, Formulasi strategi, Program – program sanitasi, Kegiatan – kegiatan sanitasi, Monitoring dan evaluasi, serta Rencana Tindak lanjut.
Diharapkan SSK ini berfungsi sebagai bahan rujukan untuk pembangunan dan peningkatan akses pelayanan sanitasi kabupaten. Selain itu, SSK juga sebagai portofolio untuk mengakses pendanaan dari berbagai sumber pendanaan yang ada, baik dari pemerintah, swasta maupun masyarakat. SSK juga berfungsi untuk mengikat SKPD dan semua pelaku pembangunan sanitasi untuk bersinergi dan mengikat komitmen. Dan SSK ini tetap mengacu kepada RPJMD, RPJMP dan RPJMN serta RPJIM, selain mengacu kepada target Millenium Development Goals (MDGs) maupun peraturan dan perundangan yang berlaku di tingkat nasional maupun provinsi.
*Sekretaris Umum POKJA AMPL Sumedang


0 komentar:

Poskan Komentar