Kamis, 08 Desember 2011

Sampah Bisa Jadi Peluang Usaha

[Unpad.ac.id, 5/12/2011] Siapa bilang sampah hanya menjadi masalah lingkungan yang selalu merugikan? Dengan ide yang kreatif, sampah bahkan bisa dijadikan sebagai peluang usaha. Hal ini bukan hanya dapat mendatangkan keuntungan secara finansial, tetapi lingkungan juga akan diuntungkan karena berkurangnya tumpukan sampah yang menjadi masalah.
Dalam Entrepreneurship and Ecological Exhibition, sebanyak 15 stan turut memperkenalkan berbagai peluang usaha dari inovasi pemanfaatan sampah.  Salah satunya adalah Paguyuban Daur Ulang Sampah (PADU) Indonesia. Usaha Kecil Menengah (UKM) yang dirintis sejak tahun 2005 lalu ini mengolah plastik menjadi berbagai produk, seperti tas, dompet, jas hujan, topi, celemek, taplak meja, hingga tikar.
“Bahan dasar dari plastik PE (polyethylene), lalu plastik bening, kantong keresek, dan plastik bekas bungkus kemasan seperti mie instan, kopi, susu, cemilan, dan sebagainya,” ujar pemilik PADU, Asep K. Kusumah.
Asep mengungkapkan bahwa ide ini muncul sejak sampah menjadi masalah yang paling disoroti di kota Bandung. Menurutnya, masalah sampah yang paling sulit diatasi adalah masalah plastik. Ia kemudian berpikir untuk mengolah sampah-sampah plastik tersebut menjadi berbagai produk bermanfaat.
Metode yang ia gunakan adalah dengan memanaskan plastik menggunakan setrika. Plastik PE disusun beberapa lembar dan diberi motif dari kantong keresek dan plastik kemasan, lalu ditutup dengan plastik PE dan plastik tahan panas, kemudian disetrika menjadi lembar plastik daur ulang. Lembaran plastik daur ulang inilah yang dapat kemudian dikreasikan menjadi berbagai macam produk. Asep pun menjamin kualitas produk yang ia buat. Asep juga mengajak masyarakat yang ingin berlatih membuat berbagai produk dengan  lembaran plastik daur ulang  tersebut.
“Yang menjadi fokus saya sekarang bukan penjualan, tetapi yang terpenting adalah mengajak masyarakat untuk sama-sama peduli. Saya sekarang ingin terus memperluas networking, mengajak masyarakat untuk latihan membuat produk dari plastik ini,” ujar Asep.
Pameran Entrepreneurship and Ecological ini digelar di samping Grha Sanusi Hardjadinata, Unpad, Jln. Dipati Ukur No. 35 Bandung mulai hari ini, Senin (5/12) hingga Rabu (7/12) mendatang. Selain PADU, berbagai UKM dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) juga turut memeriahkan acara ini. Berbagai produk yang disuguhkan memiliki tema 3R, yaitu reduce, reuse, recycle. Acara ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan National Economic Green Festival 2011 yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Ekonomi Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpad.
Acara bertema “Green Entrepreneurs: Solving Environmental Problems with Profitable Way” ini telah dibuka kemarin, Minggu (4/12) dengan Parade Sepeda dan Penanaman Pohon (Tree Planting and Bicycle Parade). Parade sepeda dilakukan mulai dari kampus Unpad Dipati Ukur hingga Jln. Cicabe Bandung, untuk kemudian menanam puluhan pohon produktif di tempat teresebut.
Acara akan ditutup pada National Seminar on Green Economy dengan tema “Green Business: A Pathway to Suistainable and Profitable Indonesian Economy” pada Rabu (7/12) mendatang. Acara ini akan menghadirkan Menteri Koperasi dan UKM, staf ahli dari Kementrian Negara Lingkungan Hidup , staf pengajar FEB Unpad, dan praktisi ekonomi lingkungan.
“Sekarang bukan saatnya hanya bicara mengenai masalah lingkungan.  Waktunya untuk bertindak. Masalah lingkungan juga bisa dijadikan peluang untuk usaha, untuk mengubahnya menjadi sesuatu yang bernilai,” ujar ketua pelaksana kegiatan Shilva Ayu Lestari.
Sementara Ketua Program Studi Ekonomi & Studi Pembangunan Unpad, Dr. Mohammad Fahmi, SE., M.T mengaharapkan para mahasiswa ESP Unpad kedepannya dapat berpartisipasi dalam menghasilkan produk yang ramah lingkungan, bersaing dengan para green entrepreneur lainnya.  “Mudah-mudahan tahun depan kalian bukan hanya sebagai penyelenggara, tetapi juga dapat membuat produk unggulan berwawasan lingkungan, bersaing dengan pengusaha-pengusaha yang ada,” ujarnya saat membuka pameran.
Sumber : http://unpad.ac.id

0 komentar:

Poskan Komentar