Senin, 21 November 2011

SUMEDANG, (PRLM).-Masyarakat Kec. Jatinangor, Kab. Sumedang, terutama di desa-desa yang sering terkena banjir langganan luapan air Sungai Cikeruh, mendesak kepada Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (DPSDA) Provinsi Jabar agar segera menormalisasi sungai tersebut. Desakan tersebut, menurut salah seorang perwakilan warga Jatinangor H. Dadang dari Desa Cikeruh, bahkan pada Senin (8/11) telah disampaikan langsung ke dinas tersebut.
Masalahnya, menurut Dadang, banjir langganan luapan dari sungai Cikeruh pada setiap musim hujan, dirasakan dari tahun ke tahun terus meningkat. "Jumlah kejadian maupun luas permukiman penduduk yang terkena banjirnya, setiap tahun terus meningkat," ujar H. Dadang yang turut datang ke kantor DPSDA Jabar tersebut, kepada "PRLM" Selasa (9/11).
Dadang dibenarkan Camat Jatinangor Nandang Suparman, menyebutkan, pada Senin (8/11) itu, dirinya datang ke kantor DPSDA Jabar bersama seorang perwakilan masyarakat Jatinangor H. Dedep Hambali dari Desa Sayang. Selain itu, juga disertai oleh tiga perwakilan kepala desa yang wilayahnya biasa terkena banjir dari sungai tersebut, didampingi pejabat dari Kec. Jatinangor, dan seorang pejabat terkait dari Pemkab Sumedang.
Disebutkan Dadang, masyarakat Jatinangor di desa-desa langganan terkena banjir, lebih dari itu menyampaikan desakan itu, karena sejak tahun 2006 DPSDA Jabar sudah berulangkali melontarkan rencana untuk menormalisasi sungai itu. Bahkan, di beberapa bagian sungai dan lahan yang akan terkena kegiatan normalisasinya pun, sudah ada yang ditandai dengan pemancangan patok.
Akan tetapi, sampai sekarang pengerjaan normalisasi Sungai Cikeruh untuk mengatasi masalah banjir langganan di kecamatan itu, tak kunjung direalisasi. Malahan, ujar Dadang, berdasarkan keterangan dari pejabat DPSDA Jabar yang menghadapi rombongan itu, ternyata sampai saat ini di DPSDA Jabar tidak ada rencana untuk kegiatan itu.
"Ada juga kata mereka di sana, DPSDA Jabar pada tahun 2010 merencanakan pengerukan sungai di wilayah Bandung. Tetapi, sungai yang dikeruknya pun, bukan sungai yang terkait ke aliran Sungai Cikeruh," ujarnya

0 komentar:

Poskan Komentar