Sabtu, 19 November 2011

Cibuni Potensi Geothermal Jawa Barat

Potensi energi geothermal Kawah Cibuni menurut pakar geologi lulusan Universitas Padjadjaran, Awang sangat besar, berdasarkan pengukuran panas bumi Kawah Cibuni yang dapat menjadi sumber energi listrik untuk Jawa Barat memiliki potensi geotermal sebesar 400MW.

Untuk potensi listrik sebesar ini Kawah Cibuni dapat menerangi sekitar 400 juta rumah di Jawa Barat.Pernyataan Awang ini membuat Wakil Wali Kota Bandung Ayi Vivananda yang ikut acara Geotrek ini kagum dan selalu bertanya secara teknis, bahkan menanyakan berapa investasi yang dibutuhkan untuk membangun Geotermal di Kawah Cibuni.

Menurut Awang dalam acara Geotrek Indonesia ini mengatakan bahwa wilayah Indonesia termasuk wilayah terkaya di dunia akan potensi geothermal.

Namun potensi ini tergantung kepada keinginan politik pemerintah untuk memanfaatkan enegi alam yang cenderung aman dibanding membangun PLTN. Menurut Awang bahkan potensi geothermal di Indonesia diperkirakan sekitar 28.000 MW atau sama dengan 40 persen dari seluruh potensi geothermal dunia.

Meskipun demikian pemanfaatan panas bumi Indonesia sangat kecil dibandingkan dengan negara lain yang memiliki potensi panas bumi lebih kecil.

Area kawah Cibuni-Gunung Patuha-Situ Patengan menurut Awang merupakan area konsesi Geotermal PT Geo DipaEnergidan PT Pertamina Geothermal Energy. Pertamina dan Geo Dipa Energi telah menemukan 15 titik di area ini dengan manifestasi panas bumi berupa  fumarole, solfatara, mata air panasbumi, lumpur panas dan kubah vulkanik.

Menurut Awang, Jawa Barat Selatan merupakan area pertama dan terbanyak dalam pemanfaatan panas bumi antara lain di Kamojang, Darajat, Wayang-WindudanSalak.

Acara geotrek ini di akhiri di Situ Patengan, Awang menerangkan tentang sifat tiga kawah yang ada di sekitar Gunung Patuha, yakni ada 3 jenis Kawah Putih adalah kawah yang masih aktif, Kawah Cibuni adalah kawah sudah tidur dengan ciri-ciri masih ada belerang dan panas bumi. Sedangkan Situ Patengan adalah jenis kawah yang sudah mati karena suhu air sudah dingin.
Dalam geotrek di Patengan diakhiri dengan membahas kawah kawah yang sudah mati di berbagi negara serta fenomena kegeologian yang unik di berbagai belahan dunia.

0 komentar:

Poskan Komentar